Jaringan tulang rawan dan ligamen pada sendi memiliki karakteristik unik, yaitu terbatasnya suplai darah langsung ke bagian inti jaringan. Hal ini membuat proses transportasi nutrisi dan pembuangan limbah metabolisme sangat bergantung pada sirkulasi cairan interstitial yang digerakkan oleh air. Air bertindak sebagai kendaraan utama yang membawa oksigen dan zat hara menuju sel-sel penyusun sendi, sekaligus mengangkut sisa-sisa produk metabolisme keluar dari area persendian agar tidak menumpuk dan menyebabkan gangguan fungsi.
Ketika sirkulasi cairan terganggu akibat kurangnya hidrasi, sisa-sisa metabolisme dapat mengendap dan menciptakan lingkungan yang kurang sehat bagi jaringan sendi. Hal ini dapat memperlambat proses pemulihan alami jaringan setelah aktivitas fisik yang berat. Dengan memprioritaskan keseimbangan air, kita sebenarnya sedang mendukung sistem pembersihan internal yang menjaga agar ekosistem di dalam sendi tetap bersih dan berfungsi pada tingkat optimal. Hidrasi yang baik secara tidak langsung mendukung proses pembaruan seluler, memastikan bahwa komponen pendukung sendi selalu dalam kondisi prima untuk menopang aktivitas hidup yang aktif.
